Apa saja yang diperiksa dalam profil lipid
Profil lipid mengukur empat hal: kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida. Banyak hasil lab menambahkan kolesterol non-HDL, yaitu kolesterol total dikurangi HDL: hasil hitungan dari tabung yang sama, bukan tes tambahan. LDL pun sering dihitung, bukan diukur: dengan rumus Friedewald, LDL sama dengan kolesterol total dikurangi HDL dikurangi seperlima trigliserida (dalam mg/dL). Hasil yang menulis “LDL direk” mengukurnya langsung.
Empat atau lima baris, dan cara membacanya tidak sama. Trigliserida dan HDL berperilaku seperti hasil lab biasa. LDL biasanya tidak: LDL dinilai terhadap target yang tergantung pada diri Anda, bukan pada laboratorium.
Baris yang berupa target, bukan rentang
Kolesterol total, HDL, dan trigliserida dilaporkan terhadap rentang. LDL dilaporkan terhadap target, dan targetnya tergantung pada risiko kardiovaskular Anda. Pedoman PERKI 2022 memakai tabel risiko kardiovaskular WHO untuk orang berusia 40–74 tahun tanpa penyakit jantung aterosklerotik, diabetes tipe 2, atau penyakit berat lain, lalu menetapkan target LDL: di bawah 100 mg/dL untuk risiko menengah, di bawah 70 mg/dL untuk risiko tinggi, dan di bawah 55 mg/dL untuk risiko sangat tinggi.
Itu sebabnya dua orang bisa punya LDL yang sama, yang satu ditandai dan yang lain tidak, dan kedua hasil itu benar. Orang yang pernah serangan jantung dan orang tanpa faktor risiko sama sekali diukur terhadap tujuan yang berbeda, yang ditetapkan dokter, bukan oleh mesin analisis.
Jika hasil Anda mencetak rentang untuk LDL, bacalah sebagai angka bawaan laboratorium, bukan target Anda. Angka yang berlaku untuk Anda datang dari konsultasi, bukan dari kertas.
Apakah profil lipid harus puasa?
Sering tidak wajib, tetapi di Indonesia jawabannya masih bergantung pada laboratorium dan dokter Anda. Pedoman PERKI 2022 mencatat bahwa sebagian besar hasil profil lipid saat tidak puasa tidak jauh berbeda dari hasil saat puasa dan tidak bermakna secara klinis, dan bahwa berbagai pedoman kini menganjurkan pemeriksaan tanpa puasa demi kenyamanan pasien. Sejak 2016, European Atherosclerosis Society dan federasi kimia klinik Eropa juga menganjurkan sampel tanpa puasa sebagai kebiasaan.
Alasannya adalah kecilnya selisih. Menurut PERKI, trigliserida setelah makan rata-rata sekitar 27 mg/dL lebih tinggi; konsensus Eropa mencatat HDL tidak terpengaruh makanan, dan nilai puasa maupun tidak puasa sama baiknya dalam memprediksi penyakit kardiovaskular.
Ada pengecualian yang penting. Jika LDL Anda dihitung dengan rumus Friedewald, PERKI menyarankan pemeriksaan saat puasa, cukup tidak lebih dari 12 jam, karena trigliserida setelah makan ikut masuk ke rumus; rumus itu juga tidak akurat bila trigliserida di atas 400 mg/dL. Pedoman nasional diabetes pun mencantumkan profil lipid dalam keadaan puasa untuk orang yang baru terdiagnosis diabetes. Jika laboratorium atau dokter meminta Anda puasa semalam, petunjuk merekalah yang berlaku untuk sampel Anda.
Bagaimana barisnya saling terkait
Trigliserida adalah baris yang paling dipengaruhi apa yang Anda lakukan kemarin: makanan menaikkannya, begitu juga alkohol malam sebelumnya. Satu trigliserida yang tinggi pada sampel tanpa puasa jarang merupakan temuan sebesar yang terlihat.
HDL bergerak lambat dan tidak terganggu oleh makanan. Merokok justru terlihat di baris ini: dalam penelitian yang mengelompokkan orang menurut banyaknya rokok, perokok punya kolesterol total, trigliserida, dan LDL yang lebih tinggi dengan HDL yang lebih rendah, dan perokok berat menunjukkan pola paling jelas.
Kolesterol non-HDL, yang tercetak di banyak hasil lab, mencakup semua kolesterol yang dibawa partikel yang bisa menumpuk di dinding pembuluh darah. PERKI memakainya sebagai target terapi kedua, terutama untuk menilai apakah trigliserida di atas 200 mg/dL ikut berbahaya.
Mengapa tanda bisa berbeda antarhasil lab
Tanda di samping baris lipid tergantung pada batas yang dipilih laboratorium, bukan pada satu angka normal yang berlaku untuk semua. Konsensus Eropa, misalnya, menyarankan tanda pada sampel tanpa puasa untuk trigliserida 175 mg/dL atau lebih, kolesterol total 190 atau lebih, LDL 115 atau lebih, dan HDL 40 atau kurang. Laboratorium lain mencetak angka lain, sehingga hasil yang sama bisa bertanda di satu kertas dan tidak di kertas lain.
Batas-batas itu menggambarkan kadar yang diinginkan pada tingkat populasi, bukan diagnosis. Riskesdas 2018, yang memakai batas pedoman NCEP-ATP III, menemukan kolesterol total di kisaran batas pada 21,2% penduduk usia 15 tahun ke atas dan tinggi pada 7,6%. Konsensus Eropa juga mengingatkan bahwa LDL di atas 190 mg/dL bisa menjadi tanda kolesterol tinggi turunan, salah satu alasan riwayat keluarga perlu ikut dibicarakan.
Kapan profil lipid perlu dikhawatirkan
Beberapa angka penting dengan sendirinya, apa pun gambaran risiko Anda yang lain. Angka-angka inilah yang layak dibicarakan langsung dengan dokter, bukan menunggu kontrol rutin berikutnya.
- LDL di atas 190 mg/dLDalam pedoman PERKI, faktor risiko berat tunggal ini, begitu pula kolesterol total di atas 310 mg/dL, sudah menempatkan seseorang di kelompok risiko tinggi.
- LDL 160–189 mg/dLDalam pedoman kolesterol Amerika, dihitung sebagai faktor penambah risiko yang mendorong ke arah terapi saat risiko keseluruhan berada di perbatasan.
- Trigliserida 175 mg/dL atau lebihFaktor penambah risiko jika menetap; di atas 880 mg/dL kekhawatirannya bergeser ke radang pankreas dan perlu rujukan segera.
- Lp(a) di atas 180 mg/dLTidak ada di profil lipid standar. PERKI menyarankan, jika tersedia, diperiksa sekali seumur hidup; kadar setinggi ini membawa risiko setara kolesterol tinggi turunan.
Apa yang tidak dikatakan profil lipid
Profil lipid tidak mengukur keadaan pembuluh darah Anda. Yang diukurnya adalah zat yang, selama bertahun-tahun, ikut membentuk keadaan itu. Satu kali pemeriksaan adalah satu titik pada sebuah garis yang baru bermakna setelah ada beberapa titik.
Profil lipid juga tidak mengatakan apa pun tentang sisa risiko kardiovaskular Anda: tekanan darah, merokok, diabetes, riwayat keluarga, dan usia semuanya punya bobot yang tidak bisa ditunjukkan baris lipid mana pun, dan karena itulah target LDL bersifat pribadi.
Seberapa sering perlu diperiksa
PERKI menganjurkan skrining lipid untuk laki-laki di atas 40 tahun dan perempuan di atas 50 tahun atau setelah menopause, terutama bila ada faktor risiko, serta untuk orang dengan risiko yang meningkat, seperti riwayat penyakit jantung koroner dini dalam keluarga, diabetes, atau penyakit ginjal kronis. Bagi orang berisiko rendah, profil lipid standar dianjurkan sekali dalam lima tahun.
Pada orang dewasa dengan diabetes, pedoman nasional meminta profil lipid sedikitnya setahun sekali, atau dua tahun sekali bila hasilnya baik. Jika Anda sedang diobati atau punya faktor risiko lain, dokter akan menetapkan ritme yang berbeda, dan tetap memakai laboratorium yang sama membuat trennya lebih mudah dibaca.