Jawaban singkat

Tidak selama puasa. Panduan resmi Amerika Serikat memasukkan merokok ke daftar hal yang dihindari saat berpuasa untuk tes darah, bersama makanan, permen karet, dan olahraga. Prodia menulis hal yang sama dalam petunjuk persiapannya: hindari merokok dan permen karet selama puasa. PERKENI juga meminta pasien tetap beristirahat dan tidak merokok selama tes toleransi glukosa.

Untuk tes darah apa pun, menunda rokok sampai darah diambil adalah pilihan paling sederhana, karena rokok yang baru diisap maupun kebiasaan merokok sama-sama mengubah respons tubuh. Tetapi kebiasaan bertahun-tahun lebih berpengaruh pada hasil lab daripada satu batang rokok pagi itu.

Mengapa ini penting di Indonesia

Merokok sangat umum di sini, terutama pada laki-laki. Survei Global Adult Tobacco Survey Indonesia 2021 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan dan WHO menemukan penggunaan tembakau pada 65,5% laki-laki dewasa dan 3,3% perempuan. Berdasarkan SKI 2023, Kementerian Kesehatan memperkirakan jumlah perokok aktif mencapai 70 juta orang.

Artinya, banyak hasil lab di Indonesia dibaca pada orang yang merokok setiap hari. Mengetahui apa yang dilakukan rokok pada angka-angka itu membantu Anda tidak panik karena tanda H, dan membantu dokter membaca baris yang tepat dengan konteks yang tepat.

65,5%
Laki-laki dewasa Indonesia yang menggunakan tembakau (GATS 2021).[1]
70 juta
Perkiraan perokok aktif di Indonesia berdasarkan SKI 2023.[2]

Bolehkah merokok 2 jam sebelum cek darah?

Tergantung apakah tesnya memerlukan puasa. Tidak ada batas resmi untuk tes rutin yang diambil tanpa puasa, karena itulah instruksi dari laboratorium Anda sendiri yang perlu diikuti.

Alasan untuk berhati-hati bukan karena satu batang rokok merusak pemeriksaan darah lengkap. Spesialis laboratorium memasukkan merokok, baik sesaat maupun kronis, ke daftar faktor yang mengubah keadaan tubuh sekitar waktu makan, sedangkan sampel puasa dimaksudkan untuk menangkap kondisi dasar Anda, bukan rokok terakhir Anda.

  1. Tes puasaTidak merokok atau vape sepanjang masa puasa, bukan hanya satu jam terakhir.
  2. Tanpa puasaTanyakan laboratorium, dan bila tidak ada angka yang diberikan, tunggu sampai darah diambil.

Vape dan produk nikotin lain

Sebagian besar panduan menyebut merokok dan hampir tidak membahas vape atau produk nikotin lainnya. Bacaan yang hati-hati adalah memperlakukannya sama selama puasa, karena nikotin adalah kesamaannya dengan rokok, dan bertanya kepada laboratorium bila surat pengantar berisi tes khusus.

Jika Anda rutin memakai vape, sebutkan bersama kebiasaan merokok Anda, dengan alasan yang sama: itu konteks bagi siapa pun yang membaca hasilnya.

Apa yang dilakukan rokok pada pemeriksaan darah lengkap

Bagian inilah yang mengejutkan banyak orang saat membaca hasil lab sendiri. Dibandingkan bukan perokok yang sehat, perokok sehat menunjukkan jumlah leukosit, hemoglobin, dan hematokrit yang lebih tinggi, serta ukuran rata-rata sel darah merah yang lebih besar.

Efeknya bertambah sesuai jumlah rokok. Ketika dikelompokkan menurut intensitas merokok, perokok berat menunjukkan jumlah sel darah merah dan putih yang lebih tinggi, dengan kenaikan khusus pada neutrofil, disertai profil lipid yang kurang baik: kolesterol total, trigliserida, dan LDL lebih tinggi, HDL lebih rendah.

Pada kasus yang paling jelas, sebuah klinik hematologi di Amerika Serikat mengikuti 40 orang dewasa yang leukositnya terus tinggi dan ternyata berkaitan dengan rokok setelah penyebab lain disingkirkan. Hampir semuanya mengalami kenaikan neutrofil, sering disertai jenis sel darah putih lain.

Jadi seorang perokok bisa datang dengan leukosit bertanda tinggi tanpa infeksi apa pun. Tandanya akurat; alarmnya belum tentu. Dokter Anda membaca baris itu dengan mengetahui bahwa Anda merokok, atau seharusnya demikian.

13,3 ribu/µL
Rata-rata leukosit pada 40 orang dewasa yang leukositosisnya berkaitan dengan rokok.[10]
98%
Bagian dari mereka yang neutrofilnya naik, pola yang paling khas.[10]

Apakah rokok memengaruhi HbA1c?

Sedikit, ya. Dalam analisis gabungan sekitar 35.000 orang dewasa tanpa diabetes yang diketahui, perokok aktif memiliki HbA1c 0,10 poin persen lebih tinggi daripada yang tidak pernah merokok, sementara gula darah puasa mereka tidak berbeda dan gula darah dua jam setelah minuman gula justru lebih rendah.

Bagi satu orang selisihnya kecil, tetapi letaknya dekat dengan garis diagnosis. PERKENI menetapkan HbA1c 5,7 sampai 6,4% sebagai prediabetes dan 6,5% atau lebih sebagai kriteria diabetes. Para penulis studi mencatat bahwa selisih ini mengubah peluang perokok didiagnosis diabetes tergantung tes yang dipakai. Jika HbA1c Anda di perbatasan dan Anda merokok, sampaikan kepada dokter.

Bisakah dokter tahu Anda merokok dari tes darah rutin?

Tidak secara langsung. Tidak ada baris pada pemeriksaan darah lengkap atau kimia darah standar yang mengukur nikotin; itu hanya dilakukan bila tesnya diminta secara khusus.

Tetapi rokok meninggalkan jejak pada baris yang diukur: leukosit lebih tinggi, hemoglobin lebih tinggi, profil lipid bergeser ke arah yang salah. Karena itu ada gunanya menyebutkan bahwa Anda merokok, dan kira-kira berapa banyak. Itu bukan pengakuan dosa; itu konteks yang mengubah cara sebuah baris dibaca.

Hal yang sama berlaku saat Anda membaca hasil lab sendiri. Nilai rujukan disusun dari relawan sehat, dan bahkan begitu, sekitar 1 dari 20 orang sehat berada di luar rentangnya. Tanda pada leukosit seorang perokok adalah perbandingan dengan orang-orang yang sebagian besar tidak melakukan apa yang Anda lakukan.

Setelah berhenti: seberapa cepat angkanya bergerak

Beberapa nilai kembali dalam hitungan minggu sampai bulan, bukan hari. Dalam rangkaian kasus klinik tadi, leukosit turun setelah pasien mengurangi atau berhenti merokok, dengan median 8 minggu sebelum penurunannya terlihat, dan rentang 2 sampai 49 minggu.

Dalam studi di Amerika Serikat yang mengikuti perokok selama upaya berhenti, mereka yang masih tidak merokok setahun kemudian memiliki leukosit lebih rendah daripada yang terus merokok, meskipun berat badan mereka sedikit naik.

Itu juga berarti tidak ada gunanya berhenti merokok dua hari agar hasil terlihat lebih baik. Pagi hari pengambilan darah perlu dihormati; dua hari bukan strategi. Jika sebuah pemeriksaan memantau kemajuan Anda, bandingkan dengan hasil lab Anda sebelumnya, bukan dengan rentang yang tercetak.