Jawaban singkat

Jika sebuah tes memerlukan puasa, aturan yang biasa dipakai di Indonesia adalah 8 sampai 12 jam tanpa makanan dan minuman selain air putih. Pedoman diabetes PERKENI 2021 mendefinisikan puasa untuk tes gula darah sebagai kondisi tanpa asupan kalori minimal 8 jam, sedangkan banyak laboratorium meminta 10 sampai 12 jam agar lebih aman.

Jadi, berapa jam puasa sebelum cek darah bergantung pada isi surat pengantar Anda, dan daftar tes yang perlu puasa makin pendek. Sebagian besar pemeriksaan rutin tidak memerlukan puasa sama sekali, dan pedoman dislipidemia PERKI 2022 menyatakan bahwa hasil profil lipid saat puasa dan tidak puasa sebagian besar tidak jauh berbeda.

Alasannya sederhana. Makanan memicu perubahan dalam darah yang berlangsung beberapa jam, terutama pada gula dan lemak. Gula darah puasa yang diambil setelah sarapan mengukur sarapan Anda, bukan metabolisme Anda. Sebaliknya, hitung sel darah merah tidak bergerak seperti itu, sehingga pemeriksaan darah lengkap bisa diambil kapan saja.

Satu aturan mengalahkan semua tabel, termasuk tabel di halaman ini: ikuti instruksi yang tertulis di surat pengantar atau yang diberikan laboratorium Anda. Jika tertulis puasa dan Anda sudah makan, katakan sebelum darah diambil. Gula darah puasa yang dibaca dari sampel setelah makan bukan sekadar sedikit meleset: hasilnya tidak bisa ditafsirkan.

Apa arti puasa sebelum cek darah

Tidak makan dan tidak minum apa pun selain air putih selama jumlah jam yang diminta, sampai saat darah diambil. Permen karet, rokok, dan olahraga berat juga ditunda. Petunjuk persiapan Prodia, misalnya, meminta pasien menghindari rokok dan permen karet selama puasa, serta tidak berolahraga berat sebelum pengambilan sampel.

Ini tidak sesederhana kedengarannya. Ketika peneliti menanyai 150 pasien yang datang untuk tes darah, hanya 39% yang bisa mendefinisikan puasa dengan benar, dan 46% mengira cukup bila makan terakhir dilakukan sehari sebelumnya, jam berapa pun itu.

Sebagian kebingungan bukan salah Anda. Para spesialis laboratorium sendiri mencatat bahwa definisi puasa berbeda antarinstitusi dan antarpublikasi medis, sehingga sebuah kelompok kerja Eropa berusaha menyeragamkannya. Di Indonesia pun angkanya beragam: minimal 8 jam menurut PERKENI untuk gula darah, 10 sampai 12 jam di banyak rumah sakit, 10 sampai 14 jam di sebagian laboratorium swasta.

Versi praktisnya: selesaikan makan malam, minum air putih seperti biasa pada malam dan pagi hari, lalu jangan mengonsumsi apa pun lagi sampai jarum masuk.

52%
Pasien dalam survei yang sama yang sama sekali tidak menerima instruksi puasa.[10]
60%
Pasien yang benar-benar datang dalam keadaan siap untuk tes puasa.[10]

Lama puasa per jenis tes

Gunakan tabel ini sebagai panduan, lalu cocokkan dengan surat pengantar Anda: protokol masih berbeda antarlaboratorium, dan tidak semuanya mengikuti pedoman terbaru soal lipid.

Banyak laboratorium di Indonesia masih meminta puasa untuk profil lipid dan untuk panel kimia darah yang memuat gula darah. Bila satu baris saja di surat pengantar memerlukan puasa, seluruh kunjungan Anda menjadi kunjungan puasa.

TesPuasaYang berubah bila Anda makan
Gula darah puasa (GDP)8–12 jamNaik dalam hitungan menit setelah makan. Tesnya kehilangan makna.
Profil lipid (kolesterol)Tidak selaluMenurut PERKI 2022, sebagian besar nilai tidak jauh berbeda; trigliserida sekitar 27 mg/dL lebih tinggi. Ikuti instruksi laboratorium.
Darah lengkap (hematologi)Tidak perluMakanan ringan hanya sedikit menggeser beberapa hitungan, tidak cukup untuk mewajibkan puasa.
Fungsi hati (SGOT, SGPT)Umumnya tidakBiasanya stabil; makanan besar atau berlemak dapat menggeser sebagian nilai.
Fungsi ginjal (ureum, kreatinin)Tidak perluKreatinin hanya sedikit berubah setelah makan biasa.
Tiroid (TSH, FT4)Tidak perluTSH berubah menurut jam dan, sedikit, menurut makanan. Pilih pagi hari.
Zat besi dan feritinPagi, sebaiknya puasaKadar besi serum berubah sepanjang hari dan naik setelah makan; tanyakan soal suplemen.
HbA1cTidak perluMencerminkan rata-rata tiga bulan. Satu kali makan tidak terlihat.

Cek gula darah puasa: cukup 8 jam?

Ya, menurut pedoman nasional. PERKENI 2021 menetapkan bahwa puasa untuk pemeriksaan glukosa plasma puasa adalah kondisi tanpa asupan kalori minimal 8 jam, dan untuk tes toleransi glukosa menulis bahwa air putih tanpa glukosa tetap boleh diminum selama berpuasa. Puasa semalam sejak makan malam sudah cukup.

Ketelitian ini penting karena batasnya berdekatan. Menurut tabel PERKENI, gula darah puasa 70 sampai 99 mg/dL tergolong normal, 100 sampai 125 mg/dL masuk kelompok prediabetes, dan 126 mg/dL atau lebih memenuhi kriteria diabetes. Sampel yang sebenarnya tidak puasa bisa mendorong hasil melewati salah satu garis itu.

Taruhannya besar di Indonesia: Survei Kesehatan Indonesia 2023 menemukan diabetes pada 11,7% penduduk berusia 15 tahun ke atas berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah. Hasil yang keliru, ke arah mana pun, punya akibat nyata.

HbA1c bekerja dengan cara lain: Anda boleh makan dan minum sebelumnya. Jika surat pengantar memuat keduanya, gula darah puasa yang menentukan aturan pagi itu.

Cek kolesterol: perlu puasa berapa jam?

Sering kali tidak perlu. Selama puluhan tahun, cek kolesterol berarti puasa semalaman. Sejak 2016, European Atherosclerosis Society dan European Federation of Clinical Chemistry and Laboratory Medicine bersama-sama merekomendasikan kebalikannya: periksa lipid tanpa puasa sebagai pilihan utama.

Pedoman PERKI 2022 mencatat hal yang sama. Profil lipid tanpa puasa menunjukkan trigliserida sekitar 27 mg/dL lebih tinggi, tetapi sebagian besar nilai lainnya tidak jauh berbeda dan tidak bermakna secara klinis. Banyak pedoman merekomendasikan profil lipid tanpa puasa, terutama demi kenyamanan pasien dan agar orang lebih rajin memeriksakan diri.

Ada dua catatan PERKI yang perlu Anda ketahui. Bila LDL dihitung dengan rumus Friedewald, seperti di banyak laboratorium, pemeriksaan sebaiknya dilakukan saat puasa, dan puasanya tidak perlu lebih dari 12 jam. Pada penyandang diabetes, sindrom metabolik, atau trigliserida tinggi, nilai LDL tanpa puasa harus dibaca dengan hati-hati.

Jika laboratorium atau dokter Anda tetap meminta puasa untuk kolesterol, ikuti instruksi itu. Itu protokol mereka, dan bisa jadi ada alasan khusus untuk Anda, misalnya trigliserida yang sangat tinggi pada hasil sebelumnya.

Air putih boleh, kopi dan teh tidak

Air putih boleh diminum selama puasa, termasuk pada pagi hari pengambilan darah. RS Kemenkes Surabaya bahkan menyebut air putih sebagai satu-satunya asupan yang sangat diperbolehkan, bahkan dianjurkan. Jus, susu, minuman manis, dan minuman bersoda tidak boleh, karena kandungannya masuk ke aliran darah dan dapat memengaruhi hasil.

Kopi dan teh mengejutkan banyak orang, termasuk kopi hitam dan teh tawar. Rumah sakit yang sama menegaskan bahwa minum kopi hitam atau teh tawar di pagi hari tetap tidak diperbolehkan. Dalam sebuah uji silang, pria sehat yang minum kopi berkafein satu jam sebelum makan menunjukkan respons gula darah 147% sampai 216% lebih besar dibanding saat minum kopi tanpa kafein.

Buktinya tidak sepenuhnya searah. Dalam studi 2023 pada 27 relawan, satu cangkir kopi satu jam sebelum pengambilan darah tidak menimbulkan perubahan bermakna secara klinis pada hasil kimia darah dan darah lengkap rutin. Itu menenangkan bila Anda terlanjur, tetapi aturannya tidak berubah, karena aturan itu ada untuk melindungi gula darah puasa.

Alkohol sering punya jendela waktu tersendiri yang lebih panjang: Anda bisa diminta menghindarinya lebih lama daripada masa puasa itu sendiri. Bila tidak ada yang memberi tahu, tanyakan.

Jangan puasa lebih dari 14 jam

Lebih lama tidak berarti lebih baik. RS Kemenkes Surabaya menyebut durasi ideal 10 sampai 12 jam dan meminta pasien tidak berpuasa lebih dari 14 jam. Prodia menulis rentang yang sama untuk tes seperti gula darah puasa, asam urat, dan trigliserida: 10 sampai 14 jam, kecuali air tawar. Kelompok kerja laboratorium Eropa juga mengusulkan 12 jam sebagai acuan puasa yang seragam.

Hitung mundur dari jadwal Anda. Untuk pengambilan darah pukul 07.00 dengan instruksi 10 sampai 12 jam, makan terakhir antara pukul 19.00 dan 21.00 malam sebelumnya. Jadwal pagi membuat sebagian besar waktu puasa jatuh saat Anda tidur.

Makan malamlah seperti biasa. Tidak ada satu makanan pun yang dilarang, tetapi spesialis laboratorium mencatat bahwa respons tubuh terhadap makanan bergantung pada isi dan waktunya, juga pada rokok, kopi, dan alkohol. Malam yang luar biasa berat, larut, atau disertai alkohol itulah yang perlu dihindari.

  1. Tentukan batas makanHitung jam terakhir Anda boleh makan dari jadwal pengambilan darah, sebelum malam dimulai.
  2. Tetap minum air putihSatu atau dua gelas di pagi hari tidak masalah dan mencegah Anda datang dalam keadaan kering.
  3. Tunda yang lainPermen karet, permen, kopi, teh, dan rokok menunggu sampai darah diambil.
  4. Bawa bekalSesuatu untuk dimakan setelahnya membuat penantian lebih ringan, terutama bila Anda mudah pusing.

Puasa Ramadan dan cek darah

Banyak orang bertanya apakah cek darah membatalkan puasa. Artikel Kementerian Kesehatan tentang donor darah saat puasa menyebut bahwa menurut Majelis Ulama Indonesia, mengeluarkan darah dari tubuh tidak membatalkan puasa, sama halnya dengan pengambilan darah untuk tes laboratorium. Untuk pertanyaan fikih yang lebih rinci, tanyakan kepada ulama yang Anda percayai.

Yang lebih sering terlupa adalah sisi laboratoriumnya. Tes gula darah puasa membutuhkan minimal 8 jam tanpa asupan kalori. Jika Anda makan sahur sekitar pukul 04.00, sampel pukul 08.00 baru berjarak empat jam dari makan terakhir dan belum memenuhi syarat puasa laboratorium. Sampaikan jam sahur Anda kepada petugas, dan tanyakan jam pengambilan yang sesuai.

Bagi penyandang diabetes, pedoman PERKENI memuat pembahasan khusus tentang puasa Ramadan dan kategori risikonya. Bila Anda memakai insulin atau obat penurun gula darah, rencanakan puasa dan jadwal cek darah bersama dokter, bukan sendiri.

Obat: jangan hentikan sendiri

Minum pengobatan rutin Anda dengan air putih, kecuali dokter yang meresepkan memberi instruksi lain. Sebagian laboratorium meminta pasien menghindari obat sebelum pengambilan sampel bila memungkinkan, dan bila tidak memungkinkan, memberi tahu petugas. Artinya, jangan memutuskan sendiri: tanyakan kepada dokter apakah obat resep dan obat bebas Anda boleh diminum pagi itu.

Pengecualian paling jelas menyangkut diabetes. PERKENI mencatat bahwa hipoglikemia paling sering disebabkan oleh sulfonilurea dan insulin, dan melanjutkan obat penurun gula darah sambil berpuasa untuk tes meningkatkan risiko gula darah terlalu rendah. Jika Anda memakainya, mintalah rencana dari dokter untuk pagi hari tes.

Suplemen juga perlu disebut. Jika tes zat besi ada di surat pengantar, Anda mungkin diminta puasa 12 jam dan pengambilan pagi hari; tanyakan apakah suplemen zat besi perlu dihentikan sementara, dan berapa lama. Apa pun yang Anda konsumsi, beri tahu petugas laboratorium.

Jika terlanjur makan atau minum

Beri tahu petugas sebelum darah diambil, bukan sesudahnya. Panduan resmi Amerika Serikat jelas soal ini: sampaikan bila Anda makan atau minum sesuatu sebelum tes puasa, karena jadwalnya mungkin perlu diulang.

Jarang ada kunjungan yang sia-sia. Banyak baris pada pemeriksaan rutin tidak memerlukan puasa, dan petugas dapat memberi tahu apakah tes itu tetap bisa diambil sementara tes puasa dijadwalkan ulang. Yang tidak boleh dilakukan adalah diam: gula darah yang dibaca sebagai hasil puasa padahal bukan bisa menunjukkan masalah yang tidak Anda alami, atau menyembunyikan masalah yang ada.