Jawaban singkat

Sebagian besar tes darah tidak perlu puasa. Pemeriksaan darah lengkap, HbA1c, tiroid, dan umumnya fungsi hati serta ginjal bisa diambil tanpa puasa. Daftar pendek yang masih memerlukannya dipimpin oleh gula darah puasa, dan daftar itu makin pendek sejak 2016, ketika pedoman Eropa tidak lagi mewajibkan puasa untuk kolesterol.

Masalahnya, banyak surat pengantar mencampur kedua jenis tes. Berikut tes darah yang tidak memerlukan puasa, beberapa yang masih memerlukannya, dan cara mengetahui aturan mana yang berlaku untuk jadwal Anda.

Tes yang tidak perlu puasa

Pemeriksaan darah lengkap tidak termasuk daftar tes yang memerlukan puasa, sehingga bisa diambil kapan saja. HbA1c juga tidak perlu puasa: panduan Amerika Serikat menyatakan Anda boleh makan dan minum sebelumnya, karena HbA1c mencerminkan rata-rata gula darah selama tiga bulan terakhir, bukan sarapan pagi ini. PERKENI mencatat satu hal penting: tidak semua laboratorium di Indonesia memenuhi standar NGSP, sehingga hasil HbA1c perlu ditafsirkan dengan hati-hati.

Tes tiroid tidak perlu puasa, tetapi jam pengambilan lebih berpengaruh daripada makanan. Dalam studi terhadap lebih dari 20.000 hasil TSH, jam pengambilan darah menggeser TSH cukup besar untuk bermakna secara klinis. Pengambilan pagi hari, pada jam yang kurang lebih sama setiap kali, membuat hasil lebih mudah dibandingkan.

Tes fungsi hati dan ginjal juga biasanya diambil tanpa puasa, meski panduan Amerika Serikat mencatat bahwa sebagian mungkin memerlukan puasa tergantung tes persisnya. Bila ragu, surat pengantar Anda yang menentukan.

  1. Darah lengkapTanpa puasa. Kapan saja bisa.
  2. HbA1cTanpa puasa. Makan dan minum seperti biasa.
  3. TiroidTanpa puasa. Pilih pagi hari, pada jam yang kurang lebih sama setiap kali.
  4. Hati dan ginjalUmumnya tanpa puasa. Periksa instruksi di surat pengantar Anda.

Daftar pendek yang masih perlu puasa

Gula darah puasa adalah satu-satunya kasus yang jelas. PERKENI 2021 mendefinisikan puasanya sebagai kondisi tanpa asupan kalori minimal 8 jam, karena makanan mengubah gula darah selama berjam-jam setelahnya. Sebaliknya, glukosa sewaktu memang dirancang untuk diambil kapan saja, tanpa puasa.

Panel kimia darah yang memuat glukosa bisa ikut memerlukan puasa 8 jam. Tes zat besi biasanya dilakukan pagi hari, dan dokter mungkin meminta puasa 12 jam. Sebagian laboratorium swasta di Indonesia juga memasukkan asam urat dan trigliserida ke tes yang memerlukan puasa 10 sampai 14 jam, seperti tertulis dalam petunjuk persiapan Prodia.

Untuk laki-laki yang diperiksa karena dugaan testosteron rendah, Endocrine Society merekomendasikan pengukuran testosteron total pada sampel pagi dalam keadaan puasa, lalu memastikan hasil rendah dengan sampel pagi puasa kedua.

Di luar itu, permintaan tes tertentu bisa membawa instruksinya sendiri, dan instruksi itulah yang selalu diikuti.

Cek kolesterol apakah harus puasa?

Selama puluhan tahun, cek kolesterol berarti puasa semalaman. Sejak 2016, European Atherosclerosis Society dan European Federation of Clinical Chemistry and Laboratory Medicine bersama-sama merekomendasikan kebalikannya: periksa lipid tanpa puasa sebagai pilihan utama.

Pedoman dislipidemia PERKI 2022 mencatat bahwa tanpa puasa, trigliserida sekitar 27 mg/dL lebih tinggi, tetapi sebagian besar nilai profil lipid lainnya tidak jauh berbeda dan tidak bermakna secara klinis; pemeriksaan apoB pun tidak memerlukan puasa. Banyak pedoman merekomendasikan pemeriksaan tanpa puasa demi kenyamanan pasien dan kepatuhan pemeriksaan.

Ada pengecualian yang perlu Anda ketahui. Menurut PERKI, bila LDL dihitung dengan rumus Friedewald, pemeriksaan sebaiknya dilakukan saat puasa, tidak lebih dari 12 jam; dan pada penyandang diabetes, sindrom metabolik, atau trigliserida tinggi, LDL tanpa puasa harus dibaca dengan hati-hati. Pedoman Eropa menyarankan puasa kembali bila trigliserida tanpa puasa di atas 440 mg/dL.

Jadi bila dokter meminta profil lipid tanpa puasa, itu bukan jalan pintas. Dan bila laboratorium Anda masih meminta puasa, ikuti instruksinya untuk sampel Anda.

Bolehkah makan sebelum tes darah?

Boleh, bila tidak ada satu tes pun di surat pengantar yang memerlukan puasa. Makanlah seperti biasa; sarapan biasa sebelum pemeriksaan darah lengkap, HbA1c, atau tiroid tidak mengganggu.

Jika surat pengantar mencampur tes puasa dan tanpa puasa, tes puasa yang menentukan aturan untuk seluruh kunjungan. Bahkan dalam keluarga tes gula darah ada pengecualian: gula darah sewaktu bisa diperiksa kapan saja, tanpa puasa.

Mengapa Anda tetap diminta puasa

Karena instruksi biasanya diberikan untuk seluruh surat pengantar, bukan baris per baris. Satu tes gula darah puasa di antara lima belas tes membuat seluruh kunjungan menjadi kunjungan puasa, sehingga timbul kesan bahwa kelima belas tes itu memerlukannya. Hal ini sering terjadi pada paket medical check up.

Kebiasaan juga berbeda. Spesialis laboratorium mencatat bahwa definisi puasa berbeda antarinstitusi, dan sebagian panduan laboratorium masih memasukkan profil lipid dan panel kimia darah ke tes yang mungkin memerlukan puasa. Ikuti instruksi di surat pengantar Anda sendiri, bukan tabel di internet, termasuk tabel ini.

Bagaimana jika Anda berpuasa padahal tidak perlu?

Untuk sebagian besar tes yang tidak memerlukan puasa, puasa yang tidak perlu hanya membuat Anda melewatkan sarapan. Hasilnya tidak rusak karenanya.

Pengecualiannya menyangkut keselamatan. Jika Anda memakai insulin atau obat diabetes yang menurunkan gula darah, berpuasa sambil minum dosis biasa meningkatkan risiko gula darah terlalu rendah. Jangan berpuasa bila tidak diminta, dan bila diminta, tanyakan kepada dokter apa yang harus dilakukan pagi itu.