Jawaban singkat

Umumnya boleh: minum obat rutin Anda dengan air putih, kecuali dokter yang meresepkan memberi instruksi lain. Panduan rumah sakit di Amerika Serikat menyebut bahwa melanjutkan obat resep sebelum tes puasa biasanya aman, dan panduan resmi meminta Anda bertanya kepada dokter alih-alih memutuskan sendiri.

Mungkin Anda pernah membaca petunjuk yang berbeda. Prodia, misalnya, meminta pasien menghindari obat-obatan sebelum medical check up, dan bila tidak memungkinkan, memberi tahu petugas. Kedua pesan itu tidak bertentangan: obat yang tidak perlu bisa ditunda, tetapi obat yang Anda butuhkan tidak dihentikan tanpa persetujuan dokter, dan apa pun yang diminum harus disampaikan.

Pengecualiannya sedikit dan spesifik: obat penurun gula darah, beberapa dosis yang sebaiknya diminum setelah darah diambil, dan suplemen yang dapat mengganggu pengukuran itu sendiri.

Jangan menghentikan pengobatan sendiri

Jangan menghentikan obat agar angka terlihat lebih baik. Menghentikan pengencer darah, obat darah tinggi, obat epilepsi, atau obat pengganti hormon tiroid bisa membawa risiko nyata, sedangkan angkanya sendiri hanya membawa ketidaknyamanan. Jika suatu obat perlu ditunda, dokter yang meresepkannya yang mengatakannya, sebaiknya tertulis, beserta berapa lama.

Minum obat dengan segelas air putih juga tidak membatalkan puasa: air putih diizinkan sepanjang puasa, sampai saat darah diambil.

Obat diabetes dan tes puasa

Inilah pengecualian yang paling penting bagi keselamatan Anda. PERKENI mencatat bahwa hipoglikemia paling sering disebabkan oleh penggunaan sulfonilurea dan insulin. Panduan Amerika Serikat memperingatkan bahwa melanjutkan obat penurun gula darah sambil berpuasa untuk prosedur medis meningkatkan risiko gula darah terlalu rendah.

Jika Anda memakai salah satunya, tanyakan kepada dokter sebelum hari tes apa yang harus dilakukan pagi itu: diminum, dikurangi, atau ditunda. Pilih jadwal paling pagi, bawa makanan untuk segera setelah darah diambil, dan segera beri tahu petugas bila Anda merasa tidak enak badan saat menunggu.

Hal yang sama berlaku bila tes jatuh pada bulan Ramadan: PERKENI memuat kategori risiko khusus bagi penyandang diabetes yang berpuasa Ramadan, dan jadwal obat serta jadwal cek darah perlu direncanakan bersama dokter.

Levotiroksin dan dosis yang diatur waktunya

Beberapa obat tidak dihentikan, tetapi diatur waktunya, agar sampel menunjukkan kadar Anda sehari-hari dan bukan puncaknya. Levotiroksin adalah contoh yang umum: setelah satu dosis, kadar tiroksin (T4) dan FT4 dalam darah naik sekitar 15%, dengan puncak sekitar empat jam kemudian. FT4 yang diambil dalam rentang itu bisa terbaca lebih tinggi dari biasanya.

Karena itu Anda mungkin diminta meminumnya setelah darah diambil pada pagi hari tes. Ikuti instruksi yang diberikan, dan bila tidak ada, tanyakan. Bagaimanapun, dosisnya tetap diminum, hanya sedikit lebih siang.

Logika yang sama berlaku setiap kali sebuah tes mengukur kadar obat itu sendiri, bukan efeknya. Surat pengantar seharusnya menyebut kapan dosis diminum terhadap waktu pengambilan darah; bila tidak, tanyakan sebelum menelannya.

Biotin, tablet tambah darah, dan suplemen lain

Suplemen tidak otomatis netral hanya karena dijual bebas. Biotin adalah contoh paling jelas: banyak tes laboratorium memakai reaksi kimia berbasis biotin, dan biotin berlebih dalam darah bisa mengganggu metode pengukurannya, bukan tubuh Anda.

Dalam sebuah studi di Amerika Serikat, enam orang dewasa sehat minum 10 mg biotin per hari, dosis yang umum pada suplemen bebas, selama satu minggu. Sembilan dari 23 tes berbasis biotin yang diperiksa kemudian memberikan hasil yang berpotensi menyesatkan, sebagian terlalu tinggi dan sebagian terlalu rendah. Tes yang diteliti mencakup hormon tiroid, hormon paratiroid, dan vitamin D.

Zat besi adalah yang lain, termasuk tablet tambah darah. Jika tes zat besi ada di surat pengantar, dokter Anda mungkin meminta puasa 12 jam dan pengambilan pagi hari; tanyakan apakah suplemen zat besi perlu dihentikan sementara, dan berapa lama.

Obat apa saja yang bisa memengaruhi hasil tes darah?

Banyak, dengan cara yang berbeda-beda, dan karena itulah daftar obat yang Anda bawa lebih penting daripada tabel mana pun. Beberapa contoh dari halaman ini saja: obat penurun gula darah mengubah gula darah itu sendiri, levotiroksin menaikkan FT4 sesaat setelah diminum, biotin dapat mengganggu metode pengukuran, dan pil KB serta pengobatan estrogen dapat memengaruhi kadar zat besi.

Semua itu tidak membuat tesnya tidak berguna; justru membuat konteksnya penting. Hasil laboratorium mendasari sekitar 70% keputusan klinis, sehingga hasil yang dibaca tanpa mengetahui obat Anda bisa mengarahkan keputusan ke arah yang salah.

Apa yang perlu disampaikan ke laboratorium

Bawa daftar obat, atau foto kemasannya. Rekomendasi Eropa tentang pengambilan darah vena memperlakukan persiapan pasien sebagai bagian dari mutu sampel, dan obat yang Anda minum termasuk persiapan itu.

Jika Anda terlanjur menghentikan sesuatu sendiri, sampaikan, jangan disembunyikan. Hasil yang dibaca seolah-olah Anda minum obat, padahal tidak, lebih buruk daripada hasil yang diberi catatan.

Dan bila tidak ada yang memberi Anda instruksi sama sekali, Anda tidak sendirian: dalam satu survei pasien yang datang untuk tes darah, lebih dari separuhnya tidak menerima instruksi apa pun. Bertanya itu wajar.

  1. Nama dan dosisSetiap obat resep, ditulis seperti yang tertera pada kemasan atau label apotek.
  2. Jam dosis terakhirTerutama apa pun yang Anda minum pada pagi hari pengambilan darah.
  3. Suplemen ikut dihitungVitamin, biotin, tablet tambah darah, dan jamu atau produk herbal masuk daftar.
  4. Yang sedang ditundaSebutkan bila Anda menghentikan atau menunda sesuatu, dan atas saran siapa.