Jawabannya dalam satu kalimat
Boleh. Air putih diizinkan sepanjang masa puasa, sampai saat darah diambil. Pedoman diabetes PERKENI menulis bahwa air putih tanpa glukosa tetap boleh diminum selama berpuasa sebelum tes toleransi glukosa, dan RS Kemenkes Surabaya menyebut air putih sebagai satu-satunya asupan yang sangat diperbolehkan, bahkan dianjurkan. Air putih adalah pengecualian resmi, bukan pelanggaran yang ditoleransi.
Hal ini perlu ditegaskan karena kebingungannya meluas. Ketika peneliti menanyai 150 pasien yang datang ke laboratorium, hanya 39% yang bisa mendefinisikan puasa dengan benar, dan lebih dari separuhnya tidak pernah menerima instruksi. Jika tidak ada yang memberi tahu Anda, Anda termasuk mayoritas.
Di Indonesia, kebingungan bertambah karena kata “puasa” juga berarti puasa Ramadan, yang melarang minum sama sekali. Puasa untuk laboratorium berbeda: yang ditahan adalah kalori, bukan air. PERKENI mendefinisikannya sebagai kondisi tanpa asupan kalori, dan air putih tidak berkalori.
Mengapa air putih justru membantu
Alasan pertama bersifat praktis. Minum air membuat pembuluh darah lebih terisi, sehingga petugas lebih mudah menemukan vena, hal yang juga ditegaskan oleh panduan rumah sakit di Amerika Serikat. Rekomendasi Eropa tentang pengambilan darah vena memperlakukan persiapan pasien sebagai bagian dari mutu sampel, bukan sekadar sopan santun.
Alasan kedua menyangkut angka itu sendiri. Saat tubuh kekurangan air, bagian cair darah menyusut, dan sebagian nilai bisa terbaca lebih tinggi dari sebenarnya. Dalam sebuah studi yang menggeser cairan tubuh lewat olahraga, kadar hemoglobin, hematokrit, dan albumin semuanya naik ketika volume plasma turun. Tidak minum selama dua belas jam supaya “lebih aman” justru menghasilkan kebalikan dari yang Anda harapkan.
Apa yang termasuk air putih, dan apa yang tidak
Air putih biasa: air galon, air kemasan, atau air matang, dingin maupun hangat. Selama tidak ada yang ditambahkan, itu dihitung sebagai air putih. Petunjuk Prodia menyebutnya air tawar.
Semua minuman lain membatalkan puasa laboratorium, termasuk yang terasa seperti air. Panduan resmi Amerika Serikat menyebut jus, kopi, dan soda, lalu memperluas aturannya ke minuman lain, karena kandungannya masuk ke aliran darah dan dapat memengaruhi hasil. Itu mencakup air lemon, air kelapa, minuman isotonik, teh manis, susu, dan minuman bersoda tanpa gula.
Kopi hitam adalah kesalahan paling umum, dan bukan kesalahan kecil: dalam sebuah uji terkontrol, kopi berkafein yang diminum satu jam sebelum makan membuat respons gula darah 147% sampai 216% lebih besar daripada kopi tanpa kafein.
- Air putih: bolehSatu-satunya minuman yang diizinkan selama puasa, sampai saat darah diambil.
- Kopi dan teh: tidakKopi hitam, teh tawar, atau teh herbal, semuanya menunggu sampai darah diambil.
- Minuman berasa atau “zero”: tidakIrisan lemon, perasa, serbuk elektrolit, dan soda diet semuanya menambahkan sesuatu.
- Permen karet dan rokok: tidakKeduanya bukan minuman, tetapi termasuk hal yang harus dihindari selama puasa.
Berapa banyak air putih, dan kapan
Tidak ada target. Minumlah seperti biasa, termasuk satu atau dua gelas pada pagi hari pemeriksaan. Anda tidak sedang menimbun cairan, hanya menghindari datang dalam keadaan kering setelah semalam tanpa minum.
Untuk gula darah puasa, PERKENI meminta minimal 8 jam tanpa asupan kalori, dan panduan diabetes Amerika Serikat menggambarkan puasa itu sebagai tidak makan atau minum apa pun kecuali beberapa teguk air, biasanya dengan pemeriksaan pagi hari. Minum seperti biasa sudah sesuai dengan definisi itu; tidak perlu memaksa diri minum banyak gelas tepat sebelum jarum masuk.
RS Kemenkes Surabaya juga meminta puasa tidak lebih dari 14 jam. Jika Anda bangun dengan rasa haus, minumlah. Rasa haus pada pagi hari tes adalah tanda untuk minum segelas air, bukan ujian kekuatan tekad.
Boleh minum air putih sebelum semua jenis tes darah?
Boleh. Jika surat pengantar Anda tidak memerlukan puasa sama sekali, Anda boleh makan dan minum seperti biasa, termasuk air putih. HbA1c adalah contoh yang sering muncul: panduan Amerika Serikat menyatakan Anda boleh makan dan minum sebelumnya.
Pertanyaan yang juga sering muncul: bolehkah minum air putih sebelum cek gula darah, atau sebelum cek kolesterol? Jawabannya sama untuk semua tes. Air putih boleh untuk gula darah, untuk profil lipid, dan untuk semua tes lain yang ada di surat pengantar yang sama.
Jika suatu tes datang dengan instruksi tertulis untuk membatasi air, ikuti instruksi itu, karena ditulis khusus untuk sampel Anda. Selebihnya, air putih bukan masalah pada pagi hari tes darah; datang dalam keadaan kekurangan cairanlah yang menjadi masalah.
Olahraga, teh, dan pertanyaan pagi lainnya
Olahraga: tunda dulu. Panduan Amerika Serikat memasukkan olahraga ke daftar hal yang dihindari selama puasa, Prodia meminta pasien tidak beraktivitas berat sebelum pengambilan sampel, dan olahraga berat menggeser cairan tubuh, yang dalam studi tadi cukup untuk menaikkan hemoglobin dan albumin. Berjalanlah santai ke laboratorium, jangan berlari.
Teh, baik teh hijau, teh hitam, maupun teh herbal, bukan air putih, begitu pula permen mint. Rokok juga menunggu sampai darah diambil.
Waktu: tes puasa biasanya dijadwalkan pagi hari, sehingga sebagian besar masa puasa jatuh saat Anda tidur dan urusan air putih menjadi mudah diatur. Jika tes jatuh pada bulan Ramadan, Anda memang tidak minum sejak sahur; minumlah cukup saat sahur dan sampaikan jam makan terakhir Anda kepada petugas.
Obat dan air putih
Minum pengobatan rutin Anda dengan air putih, kecuali dokter yang meresepkan memberi instruksi lain. Panduan Amerika Serikat meminta Anda menanyakan kepada dokter apakah obat resep dan obat bebas boleh diminum sebelum tes puasa.
Air putih tidak pernah menjadi masalah di sini; mengubah pengobatan sendirilah yang berisiko. Jika Anda memakai insulin atau obat diabetes seperti sulfonilurea, tanyakan lebih dulu apa yang harus dilakukan pagi itu, karena minum obat seperti biasa sambil berpuasa dapat membuat gula darah turun terlalu rendah.