Cek lab ginjal namanya apa, dan apa saja isinya?

Di laboratorium Indonesia, paket ini biasanya disebut «fungsi ginjal» atau «faal ginjal». Isinya ureum dan kreatinin, ditambah eGFR, yaitu perkiraan laju penyaringan ginjal yang dihitung dari kreatinin. Banyak paket menambahkan asam urat dan urine lengkap, dan sebagian menyertakan elektrolit yang dijaga keseimbangannya oleh ginjal: natrium, kalium, dan klorida. Daftar pastinya berbeda antarlaboratorium, jadi lihat baris yang tercetak di hasil Anda sendiri.

Sebagian laboratorium mencetak BUN, yaitu nitrogen dari ureum, bukan ureum itu sendiri. Skala angkanya berbeda, jadi BUN dari satu laboratorium tidak bisa dibandingkan langsung dengan ureum dari laboratorium lain.

Semua baris ini dibaca sebagai satu kelompok, tidak satu per satu. Kreatinin dan eGFR menggambarkan penyaringan, ureum dibaca terhadap kreatinin, dan urine menunjukkan apakah ada protein yang bocor.

Kreatinin mencerminkan otot Anda, bukan hanya ginjal

Kreatinin adalah sisa metabolisme otot yang dibuang oleh ginjal. Kadarnya dalam darah bergantung pada dua hal: seberapa baik ginjal membuangnya, dan seberapa banyak otot yang menghasilkannya.

Bagian kedua inilah yang menjelaskan hasil yang tampak bertentangan. Seorang pemuda berotot dan seorang nenek bertubuh kecil dengan fungsi ginjal yang sama tidak akan punya kreatinin yang sama. Pedoman ginjal internasional KDIGO mendaftar penyebab yang biasa: massa otot yang sangat besar atau sangat kecil, binaraga dan olahraga ekstrem, diet tinggi protein dan suplemen kreatin, serta pola makan vegetarian atau rendah protein. Semuanya menggeser kreatinin tanpa ada perubahan di ginjal.

Bahkan satu kali makan pun berpengaruh. Satu porsi daging atau ikan yang dimasak bisa menaikkan kreatinin sekitar 0,23 mg/dL, cukup untuk menurunkan eGFR kira-kira 20 poin. Menunggu setidaknya 12 jam setelah makan seperti itu menghindari efeknya.

Itu juga sebabnya rentang rujukan berbeda menurut jenis kelamin, dan kreatinin di batas atas pada orang yang ototnya sedikit layak mendapat perhatian lebih daripada angka yang sama pada orang yang berotot.

eGFR adalah hasil hitungan, bukan pengukuran

eGFR yang tercetak di hasil lab tidak diukur. Angka itu dihitung dari kreatinin bersama usia dan jenis kelamin Anda dengan sebuah rumus, dan membawa ketidakpastian rumus tersebut. Pedoman nasional tata laksana penyakit ginjal kronik menganjurkan rumus CKD-EPI untuk orang dewasa.

Hasil lab biasanya menyebutkan rumus yang dipakai, dan angkanya disetarakan dengan ukuran tubuh rata-rata, bukan ukuran tubuh Anda. Akibat praktisnya: eGFR sangat baik untuk mengikuti tren, tetapi kurang tepat untuk membaca satu angka desimal. Bila massa otot tidak biasa, penanda kedua, sistatin C, dapat dipakai untuk memastikan perkiraan itu.

Dua nilai dari laboratorium yang berbeda, atau dari rumus yang berbeda, tidak bisa dibandingkan langsung. Lonjakan pada grafik Anda saat berganti laboratorium berasal dari metode, bukan dari ginjal Anda.

Berapa eGFR normal sesuai usia?

eGFR menurun seiring usia, bahkan pada orang tanpa penyakit ginjal. National Kidney Foundation Amerika menyebut rata-rata sekitar 116 pada usia dua puluhan dan sekitar 75 pada usia 70 tahun ke atas. Jadi eGFR 85 pada orang berusia tujuh puluh tahun adalah hal yang berbeda dari angka yang sama pada usia dua puluh lima.

Di sinilah rentang rujukan paling menyesatkan. Setiap rentang menempatkan sekitar 1 dari 20 orang sehat di luar batasnya pada satu tes, dan satu batas yang dicetak untuk semua usia tidak mencerminkan penurunan pelan itu.

116
Rata-rata eGFR pada usia 20–29 tahun[3]
75
Rata-rata eGFR pada usia 70 tahun ke atas[3]

Satu hasil belum berarti penyakit ginjal kronik

Satu eGFR yang rendah adalah temuan, bukan diagnosis. Pedoman nasional menjabarkan langkahnya: bila ureum dan kreatinin naik, keduanya diperiksa ulang dalam 14 hari dan eGFR dihitung; bila eGFR di bawah 60, pemeriksaan diulang setelah 12 minggu. Penyakit ginjal kronik baru didiagnosis bila eGFR di bawah 60 ditemukan dua kali dalam rentang waktu sedikitnya tiga bulan.

Urine sama pentingnya dengan darah. Menurut pedoman yang sama, albuminuria dianggap menetap bila rasio albumin terhadap kreatinin dalam urine (ACR) 30 mg/g atau lebih ditemukan dua kali dalam tiga bulan, sebaiknya dari urine pertama pagi hari. Albumin dalam urine memberi informasi yang tidak dimiliki baris darah mana pun, dan bisa muncul saat eGFR masih tampak normal.

  1. Apakah ini nilai rendah yang pertama?Nilai yang terlihat sekali diperiksa ulang; nilai yang sama pada beberapa pemeriksaan berbulan-bulan terpisah itulah yang menentukan tren.
  2. Apakah urine saya sudah diperiksa?Rasio albumin terhadap kreatinin dalam urine bisa menunjukkan kerusakan ginjal saat eGFR masih normal.

Penyakit ginjal di Indonesia: banyak yang belum tahu

Dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, hanya 0,18% penduduk berusia 15 tahun ke atas yang mengaku pernah didiagnosis penyakit ginjal kronik oleh dokter. Pedoman nasional mencatat angka Riskesdas 2018 sebesar 0,38%, dan menyandingkannya dengan penelitian Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) tahun 2006 yang mendapatkan prevalensi 12,5%.

Selisih sebesar itu menunjukkan betapa banyak penyakit ginjal yang tidak disadari. Sebuah skrining komunitas di Indonesia yang terbit pada 2009 memeriksa 9.412 orang, lalu mengukur kreatinin pada mereka yang memiliki hipertensi, protein dalam urine, atau diabetes: eGFR di bawah 60 ditemukan pada 8,6% sampai 12,5% dari kelompok itu, tergantung rumus yang dipakai.

Penyebabnya pun sudah dikenal. Menurut Indonesian Renal Registry 2020 yang dikutip pedoman nasional, penyebab terbanyak gagal ginjal tahap akhir adalah penyakit ginjal hipertensi (35%) dan nefropati diabetik (29%). Bila Anda punya diabetes atau tekanan darah tinggi, tanyakan apakah pemeriksaan ginjal Anda sudah mencakup tes urine.

Ureum dan baris lain dalam panel

Ureum naik saat tubuh kekurangan cairan, pada diet tinggi protein, dan pada perdarahan saluran cerna, tidak hanya saat fungsi ginjal menurun. Karena itu ureum dibaca bersama kreatinin, bukan sendirian, dan hubungan antara keduanya memberi informasi yang tidak dimiliki masing-masing.

Elektrolit dalam panel yang sama menggambarkan keseimbangan yang dijaga ginjal: natrium, kalium, dan klorida. Angka-angka ini bergerak karena banyak hal, termasuk beberapa obat yang umum, dan dibaca sebagai satu kelompok.