Rujukan BPJS berlaku berapa lama?
Angka yang sering disebut, 90 hari atau tiga bulan, berasal dari Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Pasal 55 menetapkan bahwa jika peserta memerlukan pelayanan tingkat lanjutan, FKTP wajib merujuk ke rumah sakit (FKRTL), dan pelayanan yang diberikan kepada peserta yang dirujuk itu dilakukan paling lama 3 bulan. Matriks perbandingan BPK atas tiga perubahan Perpres tersebut (2019, 2020, dan 2024) tidak mencantumkan perubahan pada ayat ini.
Pasal yang sama mengatur apa yang terjadi sesudahnya. Rumah sakit yang memberikan pelayanan itu wajib melakukan rujuk balik ke FKTP tempat peserta terdaftar, dan batas tiga bulan dikecualikan untuk kasus tertentu. Media yang mengutip ketentuan BPJS menyebut contoh pengecualian itu: layanan untuk cuci darah (hemodialisis), hemofilia, dan thalasemia, yang rujukannya dapat diperpanjang oleh rumah sakit.
Bagaimana jika rujukan sudah habis?
Jika masa tiga bulan sudah lewat dan pengobatan atau kontrol masih harus berlanjut, Anda kembali ke FKTP tempat Anda terdaftar untuk diperiksa ulang dan, bila perlu, mendapat rujukan baru. Jangan datang ke rumah sakit dengan rujukan yang sudah habis dengan harapan tetap dilayani lewat JKN: layanan tanpa jalur yang sesuai ketentuan tidak dijamin, dan rujukan atas permintaan sendiri termasuk di dalamnya.
Riwayat pelayanan dan informasi layanan Anda bisa dicek lewat aplikasi Mobile JKN. Jika rujukan Anda tidak muncul atau hilang, hubungi FKTP yang menerbitkannya. Satu catatan lain dari peraturan yang sama: jika Anda sedang berada di luar wilayah FKTP Anda, Anda boleh berobat rawat jalan di FKTP lain paling banyak tiga kali kunjungan dalam satu bulan.
Untuk pemeriksaan darah, rujukan menentukan siapa yang membayar. Pemeriksaan laboratorium lanjutan di rumah sakit dijamin sesuai indikasi medis selama Anda berada di jalur rujukan yang sah; di luar jalur itu, Anda membayar sendiri.
Pengantar cek lab dari dokter swasta: adakah masa berlakunya?
Di luar JKN, kami tidak menemukan aturan nasional yang menetapkan masa berlaku surat pengantar pemeriksaan laboratorium dari dokter praktik atau klinik swasta. Batas waktunya ditentukan di tempat lain: oleh dokter yang menulisnya, yang bisa mencantumkan tanggal atau periode, dan oleh laboratorium, yang bisa punya kebijakan sendiri. Jika tidak ada tanggal di formulir, satu telepon ke laboratorium akan menjawab apa yang mereka terima.
Sebagian laboratorium swasta juga menerima pemeriksaan tanpa surat pengantar untuk tes rutin. Dalam hal itu, pertanyaannya bukan lagi soal sah atau tidak, melainkan apakah pemeriksaan itu masih menjawab pertanyaan yang tepat.
Apa yang membuat pengantar pemeriksaan menjadi usang
Pertanyaan klinisnya. Pengantar yang ditulis untuk keluhan tiga bulan lalu dirancang untuk menjawab pertanyaan tentang saat itu. Menjalankannya sekarang memberi pengukuran yang sahih atas pertanyaan yang sudah kedaluwarsa. Peneliti yang mempelajari pola permintaan pemeriksaan menggambarkan hasil laboratorium sebagai sesuatu yang punya masa simpan, setelah itu hasilnya usang dan pemeriksaan perlu diulang; pengantar yang tidak dipakai menua dengan cara yang mirip.
Waktunya. Pemeriksaan untuk pemantauan punya iramanya sendiri. HbA1c, pemeriksaan untuk diabetes, mencerminkan rata-rata gula darah sekitar dua sampai tiga bulan terakhir, sehingga pedoman diabetes internasional menyarankan memeriksanya paling sedikit dua kali setahun bila target tercapai, dan sekitar tiap tiga bulan bila pengobatan baru diubah atau target belum tercapai. Terlalu cepat, nilainya belum bergerak; terlalu lambat, rangkaian pemantauannya kehilangan makna.
- Pertanyaannya berubahKeluhan yang menjadi alasan pemeriksaan sudah hilang, atau muncul keluhan lain.
- Waktunya terlewatPemeriksaan untuk menilai pengobatan setelah jeda tertentu kini sudah jauh melewati titik itu.
- Ada hal baruObat baru, diagnosis baru, kehamilan, atau rawat inap bisa membuat daftar pemeriksaan yang lama menjadi daftar yang salah.
- Ganti dokter atau faskesUntuk JKN, rujukan terikat pada jalur FKTP Anda. Jika Anda pindah FKTP atau ganti dokter, dokter yang baru mungkin ingin menilai sendiri.
Memakai pengantar yang belum terpakai
Jika masih baru dan tidak ada yang berubah, bawa saja. Di loket, petugas akan memastikan identitas Anda dan apakah Anda sudah bersiap sesuai syarat pemeriksaan, misalnya puasa, dan akan memberi tahu jika ada baris di formulir yang perlu dicek.
Jika sudah berbulan-bulan, atau ada yang berubah, kirim pesan ke dokter yang meminta sebelum berangkat, bukan setelah darah diambil. Pesan dua menit lebih murah daripada pemeriksaan yang menjawab pertanyaan yang salah, dan dokter mungkin cukup mengonfirmasi, mengubah satu baris, atau menulis pengantar baru.
Jika pemeriksaan itu untuk kontrol yang sudah dijadwalkan, tanyakan berapa hari sebelumnya darah sebaiknya diambil, agar hasilnya sudah keluar saat Anda bertemu dokter.
Bisakah memakai pengantar di laboratorium lain?
Untuk pemeriksaan yang Anda bayar sendiri, biasanya bisa, selama laboratorium itu mengerjakan pemeriksaan yang sama. Untuk JKN, pemeriksaan harus dilakukan di fasilitas yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan sesuai jalur rujukan Anda; tanyakan ke FKTP sebelum pindah tempat.
Untuk pemeriksaan yang diulang, tetap di satu laboratorium punya keuntungan nyata. Nilai rujukan berbeda antar laboratorium karena metode pemeriksaannya berbeda, sehingga sebuah nilai bisa tampak berbeda di hasil lab laboratorium lain tanpa ada yang berubah pada diri Anda.
Aturan praktisnya
Jadi, rujukan BPJS berlaku berapa lama? Untuk pelayanan di rumah sakit atas rujukan FKTP, paling lama tiga bulan, kecuali untuk kasus tertentu. Untuk pengantar cek lab di luar JKN, anggap masih berlaku selama alasan penulisannya masih menjadi alasan Anda. Ukuran itu lebih berguna daripada hitungan bulan, dan itulah yang dipakai dokter ketika Anda bertanya.